BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Outsourcing dipilih
untuk menambah pengalaman mahasiswa tentang
dunia kerja. Mahasiswa dituntut untuk aktif menggali informasi
tentang praktik di peternakan untuk
memperoleh pengetahuan tentang tata cara pelaksanaan pemotongan tanduk pada sapi
perah dan menghilangkan
puting yang berkelebihan.Outsourcing dilakukan untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa
tentang peternakan
dan Tatalaksana Pemeliharaan Sapi Perah berupa
pelaksaan dehorning dan menghilangkan
puting yang berkelebihan. Mahasiswa harus
membandingkan praktik pelaksaan dehorning dan menghilangkan
tanduk berkelebihan di
dunia kerja dengan ilmu yang diperoleh di Perguruan Tinggi. Mahasiswa diwajibkan
membuat laporan atas informasi yang di peroleh selama melaksanakan
praktik di peternkan yang bersangkutan.
B.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana tatalaksana perawatan sapi pedet dan dara?
2.
Apa keuntungan dalam
pelaksanaan tatlaksana pemeliharaan pedet dan dara?
3.
Bagaimana manajemen pakan yang
diberikan pada sapi pedet dan dara?
4.
Apa saja jenis kandang yang
digunakan untuk sapi pedet dan dara?
5. Bagaimana sistem pemeliharaan sapi pedet dan dara?
6. Bagaimana cara pelaksanaan dehorning dan eartag ?
C.
Tujuan
Tujuan
pelaksanaan outsourcing untuk Tatalaksana pemeliharaan ternak yaitu :
1.
Untuk
mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam praktik dehorning
2.
Untuk mengetahui bagaimana tatalaksana
pemeliharaan pedet dan dara yang baik
3.
Untuk
mengetahui umur yang tepat dalam melakukan praktik dehorning.
4.
Untuk
mengetahui tatacara dalam praktik pelaksanaan dehorning.
5.
Untuk
mengetahui penanganan yang dilakukan setelah pelaksanaan praktik dehorning.
D.
Manfaat
Manfaat yang diperoleh setelah mahasiswa melakukan
praktik dehorning yaitu :
a. Mahasiswa
dapat mengetahui alat dan bahan
yang digunakan dalam pelaksanaan praktik
dehorning.
b. Mahasiswa
dapat mengetahui tatalaksana pemeliharaan pedet dan dara yang benar.
c. Dapat
mengetahui bagaimana format recording yang baik dan mudah dalam pengisiannya.
d. Mahasiswa dapat mengetahui umur yang tepat untuk
melakukan praktik dehorning.
e. Mahasiswa dapat mengetahui tatacara dalam praktik
pelaksanaan dehorning.
f. Mahasiswa dapat mengetahui penanganan yang dilakukan setelah pelaksaan
praktik dehorning.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.
Perkandangan
Menurut Sutarno (1994) dalam
Sariislamia (2011) menyatakan bahwa jenis kandang untuk sapi perah ada tiga
yaitu kandang laktasi tunggal, kandang laktasi ganda dan kandang pedet. Kandang
berfungsi untuk melindungi sapi dari cuaca buruk, hujan, panas matahari serta
keamanan dari gangguan binatang buas dan pencurian. Bangunan kandang didasarkan
pada keperluan usaha sapi perah, dan pembangunannya ditujukan untuk mengurangi
penggunan waktu dalam pemeliharaan, efisiensi kerja dan tenaga kerja. Besar
bangunan harus disesuaikan dengan rencana jumlah ternak yang akan dipelihara
dalam keadaan iklim setempat. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan
kandang adalah cahaya matahari, ventilasi, letak kandang, parit.
Macam-macam kandang sapi perah
antara lain kandang pedet dan kandang sapi induk. Kandang pedet dibedakan
menjadi kandang observasi (observasi pens), kandang individu (individual pans),
kandang kelompok (group pens), kandang pedet berpindah (portable calf pens).
Kandang sapi induk atau sapi dara antara lain kandang tambat (stanchion bain),
pada kandang ini kebebasan sapi bergerak sangat terbatas, sehingga kondisi sapi
kurang baik. Kandang ini ada dua jenis yaitu kandang bertingkat dan kandang
tunggal atau satu lantai, dengan tujuan .Read more........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar