Recent Posts

Terima kasih sudah berkunjung,kepuasan anda adalah kebahagian saya

Sabtu, 21 Februari 2015

makalah dehorning dan eartag

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar  Belakang

Outsourcing dipilih untuk menambah pengalaman mahasiswa tentang dunia kerja. Mahasiswa  dituntut untuk aktif menggali informasi tentang praktik di peternakan  untuk memperoleh pengetahuan tentang tata cara pelaksanaan pemotongan tanduk pada sapi perah dan menghilangkan  puting yang berkelebihan.Outsourcing  dilakukan untuk memberikan gambaran  kepada  mahasiswa tentang  peternakan  dan  Tatalaksana Pemeliharaan Sapi Perah berupa pelaksaan dehorning dan  menghilangkan puting yang berkelebihan. Mahasiswa  harus membandingkan praktik pelaksaan dehorning dan menghilangkan tanduk berkelebihan di dunia kerja dengan ilmu yang diperoleh di Perguruan Tinggi. Mahasiswa diwajibkan membuat laporan atas informasi yang di peroleh selama melaksanakan  praktik di peternkan  yang bersangkutan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana tatalaksana perawatan sapi pedet dan dara?
2.      Apa keuntungan dalam pelaksanaan tatlaksana pemeliharaan pedet dan dara?
3.      Bagaimana manajemen pakan yang diberikan pada sapi pedet dan dara?
4.      Apa saja jenis kandang yang digunakan untuk sapi pedet dan dara?
5.      Bagaimana sistem pemeliharaan sapi pedet dan dara?
6.      Bagaimana cara pelaksanaan dehorning dan eartag ?
    
C.    Tujuan
Tujuan pelaksanaan outsourcing untuk Tatalaksana pemeliharaan ternak yaitu :
1.         Untuk mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam praktik dehorning
2.         Untuk mengetahui bagaimana tatalaksana pemeliharaan pedet dan dara yang baik
3.         Untuk mengetahui umur yang tepat dalam melakukan praktik dehorning.
4.         Untuk mengetahui tatacara dalam praktik pelaksanaan dehorning.
5.         Untuk mengetahui penanganan yang dilakukan setelah pelaksanaan praktik dehorning.


D.    Manfaat
Manfaat yang diperoleh setelah mahasiswa melakukan praktik dehorning yaitu :
a.       Mahasiswa  dapat  mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam  pelaksanaan praktik dehorning.
b.      Mahasiswa dapat mengetahui tatalaksana pemeliharaan pedet dan dara yang benar.
c.       Dapat mengetahui bagaimana format recording yang baik dan mudah dalam pengisiannya.
d.      Mahasiswa dapat mengetahui umur yang tepat untuk melakukan praktik dehorning.
e.       Mahasiswa dapat mengetahui tatacara dalam praktik pelaksanaan dehorning.
f.       Mahasiswa dapat mengetahui  penanganan yang dilakukan setelah pelaksaan praktik dehorning.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.    Perkandangan
Menurut Sutarno (1994) dalam Sariislamia (2011) menyatakan bahwa jenis kandang untuk sapi perah ada tiga yaitu kandang laktasi tunggal, kandang laktasi ganda dan kandang pedet. Kandang berfungsi untuk melindungi sapi dari cuaca buruk, hujan, panas matahari serta keamanan dari gangguan binatang buas dan pencurian. Bangunan kandang didasarkan pada keperluan usaha sapi perah, dan pembangunannya ditujukan untuk mengurangi penggunan waktu dalam pemeliharaan, efisiensi kerja dan tenaga kerja. Besar bangunan harus disesuaikan dengan rencana jumlah ternak yang akan dipelihara dalam keadaan iklim setempat. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan kandang adalah cahaya matahari, ventilasi, letak kandang, parit.

Macam-macam kandang sapi perah antara lain kandang pedet dan kandang sapi induk. Kandang pedet dibedakan menjadi kandang observasi (observasi pens), kandang individu (individual pans), kandang kelompok (group pens), kandang pedet berpindah (portable calf pens). Kandang sapi induk atau sapi dara antara lain kandang tambat (stanchion bain), pada kandang ini kebebasan sapi bergerak sangat terbatas, sehingga kondisi sapi kurang baik. Kandang ini ada dua jenis yaitu kandang bertingkat dan kandang tunggal atau satu lantai, dengan tujuan .Read more........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar